Berikut adalah 9 pola chart pattern yang jarang terjadi di pasar:
1. Diamond Top (Puncak Berlian): Pola ini terbentuk ketika harga menciptakan dua puncak yang tinggi dengan harga yang lebih rendah di antara keduanya, membentuk pola seperti berlian pada grafik.
2. Diamond Bottom (Dasar Berlian): Kebalikan dari Diamond Top, pola ini terjadi ketika harga menciptakan dua lembah yang rendah dengan harga yang lebih tinggi di antara keduanya, membentuk pola seperti berlian pada grafik.
3. Cup and Handle (Cangkir dan Pegangan): Pola ini terbentuk ketika harga mengalami penurunan kemudian membentuk lembah, kemudian naik kembali membentuk pola cangkir, diikuti oleh konsolidasi harga yang membentuk pegangan. Pola ini menunjukkan kemungkinan penerusan tren naik.
4. Inverse Cup and Handle (Cangkir dan Pegangan Terbalik): Kebalikan dari Cup and Handle, pola ini terjadi ketika harga mengalami kenaikan kemudian membentuk puncak, kemudian turun kembali membentuk pola cangkir terbalik, diikuti oleh konsolidasi harga yang membentuk pegangan terbalik. Pola ini menunjukkan kemungkinan penerusan tren turun.
5. Rising Wedge (Segitiga Naik): Pola ini terbentuk ketika harga mengalami peningkatan tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat, membentuk garis tren atas yang semakin mendekati garis tren bawah. Ini mengindikasikan potensi pembalikan tren ke bawah.
6. Falling Wedge (Segitiga Turun): Kebalikan dari Rising Wedge, pola ini terbentuk ketika harga mengalami penurunan tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat, membentuk garis tren bawah yang semakin mendekati garis tren atas. Ini mengindikasikan potensi pembalikan tren ke atas.
7. Triple Top (Puncak Tiga): Pola ini terbentuk ketika harga menciptakan tiga puncak yang sejajar pada tingkat resistensi yang sama. Ini dapat menjadi sinyal pembalikan tren turun.
8. Triple Bottom (Dasar Tiga): Kebalikan dari Triple Top, pola ini terjadi ketika harga menciptakan tiga lembah yang sejajar pada tingkat support yang sama. Ini dapat menjadi sinyal pembalikan tren naik.
9. Broadening Top (Puncak Melebar): Pola ini terbentuk ketika harga membuat puncak-puncak yang semakin tinggi dan lembah-lembah yang semakin rendah, menciptakan pola yang melebar. Ini mengindikasikan ketidakpastian pasar dan seringkali dianggap sebagai tanda konsolidasi atau pembalikan tren.
Perlu diingat bahwa pola chart pattern ini jarang terjadi, dan keberadaan mereka tidak menjamin keberhasilan perdagangan. Penting untuk selalu menggunakan analisis teknikal yang komprehensif dan faktor-faktor lain dalam pengambilan keputusan investasi.